*Rangkuman Hati*
*"Kemarahan kita mampu terbendung dan terbantahkan oleh aksara yang kita sebut dengan rangkuman hati"*
Rangkuman, bagiku adalah bagian intisari terpenting dari apa yang menjadi pokok permasalahan/bahasan. Aku bukanlah ahli bahasa sastra Indonesia, melainkan aku hanyalah seorang pendekar yang mempunya satu mata anak panah yang kusebat pena. tentang segala rasa dan asah laraku. Jelasnya mampu menyalurkan suara hati. Hei.. kau perempuanku, diamana kau pun berada, dan sesibuk apa pun dirimu di sana. Aku yakin bahwa hatimu masih sesejuk dulu. Walau terkadang dalam omongan orang berkata "jangan terlalu serius, nanti bisa kecewa." Aku tak bisa seperti itu, karena dengan keseriusanlah akan memekarkan bunga-bunga kesetiaan. Termasuk kepada dirimu. Kita mesti keluar dari pemahaman seperti itu, meluruskan fikiran dan sepandainya untuk memperhalus perasaan. Walau dalam keadaan terpisah. Gunung-gunung mampu menyimpanmu di balik sana, pohon dan bahkan untuk bisa melihat kedua bola matamu aku harus melewati jalanan panjang nan terjal. Juga pernah lewat status kata-kata mutiara, kau konsisten menandaiku. Lalu pernah dikomentari oleh temanmu dan temanku. Mereka terus mempertanyakan tentang kejelasan kita yang sudah jelas-jelas amat jelas, bahwa aku dan kamu memutuskan kesendirian dan mencoba saling memberikan segenggam masing-masing hati. Sebagai bekal tatkala kita saling berpamitan di café malam itu. Kau akan mengejar cita-citamu akupun begitu. Pada nantinya, cita-cita itu akan final tentang cita-cita cinta yang diimpikan. Dalam hari-hari memang sesak bercampur rindu, tapi kita tak pernah mogok bersemangat, tak pernah macet dalam kepercayaan. Dan biarlah perkelahian mulut kita dimalam-malam panjang, hanya menjadi bumbu-bumbu asmara. Indahnya, dalam percekcokan itu, dicelah-celahnya kita masih bisa dan sanggup tersenyum sambil saling menasehati. Tak ada alasan kuat untuk saling membenci, tak ada kepatuhan seutuhnya kepada kemalasan yang senantiasa berujung kebohongan. Sebab, teramat jelas. Ada bukti indah tentang betapa saling pedulinya kita. Kemarahan kita mampu terbendung dan terbantahkan oleh aksara yang kita sebut dengan rangkuman hati. Semuanya tercatat dan tersusun rapi dalam perpustakaan rongga-rongga dada.
Muhammad ilham
.
.
2-Desember-2018
